VIVAnews - Keluar atau tidaknya peraturan pemerintah
soal mobil murah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC), PT Astra
Daihatsu Motor (ADM) dipastikan tetap menjual Ayla, pada Januari 2013.
Direktur
Marketing ADM, Amelia Tjandra mengatakan keputusan tersebut diambil,
mengingat banyaknya konsumen yang telah melakukan pemesanan di berbagai
dealer di Indonesia.
"Januari kita launching, kalau di-pending nanti
mereka kecewa. Nanti mereka berpikir Daihatsu hanya memberikan
janji-janji dengan memperkenalkannya September lalu," kata Amelia di
Bridgestone Paving Ground, Karawang, Jawa Barat, Selasa 6 November 2012.
Lebih
lanjut, Amelia menegaskan Daihatsu selalu mendukung pemerintah. Adapun,
jika pemerintah tidak mengeluarkan keputusan regulasi mobil murah,
harga Astra Daihatsu Ayla dipastikan naik 10 persen.
"Insentif
dari pemerintah kan awalnya sampai 10 persen. Jadi kalau tidak ada, 10
persen tersebut akan dikenakan kepada konsumen. Tidak ada perubahan sama
sekali, semua sama," katanya.
"Kita produksi massal Januari. Kami berharap pemerintah telah menyetujui akhir Desember," ujar dia.
Amelia
menambahkan, jika dibandingkan dengan mobil sekelasnya yang memang
lebih dahulu telah hadir (bukan mobil murah), kembaran Astra Toyota Agya
itu merupakan mobil yang lebih kompetitif.
"Harga Astra Daihatsu Ayla sangat kompetitif di kelasnya. Mobil ini sangat Indonesia," ujarnya lagi.
Ayla
mengusung mesin 3 silinder 1.000 cc 1KR-DE yang mampu menghasilkan
tenaga hingga 65 Ps pada 6.000 rpm, dengan torsi maksimum 8,7 kgm pada
3.600 rpm.
